Rabu, 29 Desember 2010

KASUS BLUE SCREEN PADA KOMPUTER ATAU LAPTOP

Baru2 ini saya menemukan kasus PC yang selalu "BLUE SCREEN" dan setelah direset, komputer tetap bisa masuk kembali ke System dan setelah beberapa menit, kembali blue screen lagi! Busssyeet!
Kemudian saya mencoba melakukan beberapa setting BIOS, dan tetap aja bluescreen. Saya mencoba menganalisa pesan error yang ada dan analisa saya ada kerusakan pada Memory.

Namun saya belum yakin dengan laporan error tersebut dan berniat untuk melakukan install ulang terlebih dahulu.

Alhasil, pada saat pengcopyan file2 Windows muncul laporan adanya file yang tidak bisa tercopy. Saya mencoba mengganti dengan cd master Windows yang lain, namun tetap tidak bisa berjalan. Kemudian saya mencoba mengganti Memory-nya, al-hamdulillah install berjalan normal dan sukses.

Teman2, peristiwa Blue screen memang banyak ragamnya, kasus di atas merupakan salah satunya. Windows hanyalah program, bisa masuk pada komputer kapan dan di mana saja, namun apabila terjadi kemacetan dalam proses kerja atau pun dalam penginstalan berarti ada "hardware" yang bermasalah :

Saya telah melakukan beberapa trying and error untuk kasus BLUE SCREEN ini dan beberapa temuan kasus BLUE SCREEN secara umum bisa disebabkan oleh :

- Memori trouble (error), pincang atau salah satu keping memori rusak, apabila terdiri dari 2 atau lebih keping memori. Pada saat dilakukan penginstalan, layar berwana biru, terdapat pesan kalimat penegasan phisical memory.

- Biasanya file-file master windows yang ada dalam CD mengalami kerusakan, namun windows dengan jelas memberikan informasi kepada pemakai tentang kerusakan file tersebut.

- Posisi processor atau kipas processor tidak tepat pada dudukannya.

- Posisi mainboard tidak tepat pada dudukannya.

- Pengaturan kabel data hardisk ATA terjadi kesalahan penempatan antara socket master dan slave, atau terjadi kerusakan kabel.

- Harddisk mengalami kerusakan sector (bad sectors) pada track 0, biasanya disebabkan seringnya komputer dimatikan tiba-tiba diluar aturan shut down atau arus listrik putus secara tiba-tiba. Pada saat penginstalan biasanya muncul pesan pada layar biru UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME atau KERNEL_DATA_INPAGE_ERROR. Biasanya partisi harddisk sudah rusak atau hilang. Jika partisi harddisk hilang maka semua file data dan file program akan hilang juga.

TINDAKAN PERBAIKAN

- Memory trouble bisa terjadi karena frekuensi memory pada bios tidak sesuai dengan frekuensi yang tertulis pada label memori, biasanya frekuensi pada bios melebihi yang tertera pada label memory.

- Maka lakukan perubahan pada bios di bagian menu Chipset.

- Buka/cabut processor dan kipasnya, bersihkan terlebih dahulu dan pasang kembali dengan benar dan tepat.

- Lepaskan mainboard pada dudukannya, atur posisi mainboard dengan benar, tepat dan serapi mungkin.

- Perhatikan socket kabel ata, ada 3 socket, 1 socket ditancap pada mainboard, 2 dan 3 di tancap pada harddisk atau cd rom. Sebaiknya gunakan 2 kabel ata : 1 untuk hardisk dan 1 untuk cd rom untuk menghindari gangguan jalur antara socket 2 dan socket 3.

- Kalau tetap error, coba digantikan dengan kabel ata yang baru, biasanya sulit membedakan kalau kabel yang rusak atau socket IDE pada mainboard yang rusak, jadi dua-duanya harus diperiksa.

- Lakukan partisi ulang pada Harddisk dengan cara :

a. Backup terlebih dahulu data bila ada. Dengan cara : lepaskan harddisk tersebut dari cashing dan pindahkan ke cpu lain untuk diparalelkan pada harddisk cpu tersebut. Bisa digunakan connector khusus yaitu USB to IDE, atau kabel harddisk ATA pada CPU tersebut.

b. Masukkan CD sistem operasi windows XP pada cd drive

c. Jalankan proses penginstalan seperti yang telah dipelajari sebelumnya.

d. Jika proses pada setup install sampai pada posisi managemen partisi harddisk, maka hapus semua partisi harddisk yang ada dengan menekan huruf D (Delete Partition), misalnya partisi C dan D, lalu bentuk kembali partisi tersebut dengan menekan C (Create New Partition), pada posisi tersebut terlihat jumlah kapasitas harddisk yang anda gunakan dalam satuan MB (Mega baytes), hapus dan ketik dengan angka sesuai jumlah yang diinginkan untuk partisi pertama (C), misalnya Harddisk dengan kapasitas 30720 MB atau 30 GB, hapus saja dan ketik misalnya 10000 lalu enter, berarti anda memberi kapasitas pada partisi C sebanyak 10000MB atau 1/3 dari kapasitas harddisk keseluruhan. Kemudian lakukan pembentukan partisi berikutnya dengan menekan C (Create New Partition), jika masih ingin menentukan besarnya kapasitas partisi kedua atau D maka ketik dengan angka jumlah yang diinginkan, apabila tidak maka sisa harddisk sebanyak 20720 adalah partisi D, langsung saja tekan enter maka terbentuklah 2 partisi pada harddisk tersebut.

e. Selanjutnya tekan enter untuk lanjut ke tahap berikutnya yaitu format, muncul beberapa pilihan format, pilih format FAT32 agar kondisi format tidak memaksa kekuatan level partisi. Tekan saja enter dan tunggu lalu ikuti proses hingga selesai.

f. Jika proses format gagal dan tidak dapat dilanjutkan oleh sistem windows, maka ulangi proses dari point b sampai e dengan menggunakan format FAT32 (quick).

g. Apabila cara ini tetap gagal berarti harddisk tersebut sudah parah dan kecil kemungkinan untuk diselamatkan atau sama sekali tidak dapat digunakan lagi. Maka gantilah saja harddisk tersebut.

Catatan : langkah-langkah tersebut di atas dilakuakan secara berurutan, apabila langkah pada urutan pertama tidak membuahkan hasil, maka lakukan langkah kedua, apabila langkah kedua tidak juga berhasil, maka lakukan langkah ketiga dan seterusnya.

Perhatian : Hati-hati melakukan format harddisk, perhatikan atau pastikan data pada harddisk, kalau dianggap sangat penting maka berusaha dulu untuk mengambil data tersebut sebelum diformat. Sebab format harddisk akan menghapus isi harddisk secara keseluruhan.

Semoga bermanfaat...
Best Regards,
 
Antasari R.
http://BelajarKomputerBone.blogspot.com