Senin, 19 Januari 2026

Belajar Menganalisa HP Mati Total Lewat Konsumsi Arus


Kasus HP mati total sering bikin bingung, apalagi kalau HP sama sekali tidak bisa nyala, tidak ngecas, dan tidak terdeteksi komputer.


Kalau cuma menebak-nebak, biasanya malah buang waktu dan tenaga.


Di dunia servis HP, ada satu cara yang cukup akurat dan sering dipakai teknisi berpengalaman, yaitu menganalisa kerusakan HP lewat konsumsi arus mesin menggunakan power supply.


Artikel ini saya rangkum dari pembelajaran di channel YouTube Teknisi Cungkring, lalu saya tulis ulang dengan bahasa santai ala Blog Belajar Komputer Bone.


Cara Umum Menganalisa HP Mati Total
Biasanya teknisi melakukan pengecekan dengan tiga cara:


1. Cek Arus Saat Charging


Cara ini hanya memberi gambaran awal.
HP bisa saja menunjukkan arus masuk, tapi belum tentu mesinnya benar-benar hidup.


2. Cek Deteksi ke Komputer


Kalau HP terdeteksi di PC, artinya masih ada sistem dasar yang bekerja.
Tapi kalau tidak terdeteksi, belum tentu langsung vonis CPU rusak.


3. Cek Konsumsi Arus Mesin (Power Supply)


Nah, cara ini yang paling sering dipakai teknisi profesional.
Power supply dihubungkan langsung ke mesin HP (tanpa baterai), lalu kita lihat perilaku arusnya.
Tegangan biasanya disetel di kisaran 3,7 – 4,2 volt, sesuai tegangan kerja HP.


Contoh Kasus:

Xiaomi Poco X3 Pro Mati Total
Dalam contoh ini digunakan mesin Xiaomi Poco X3 Pro yang benar-benar mati total.
Untuk belajar pola arus, beberapa IC utama seperti CPU, RAM, dan UFS dilepas lalu dipasang satu per satu.


Tujuannya supaya kita paham, IC mana yang berpengaruh terhadap naik turunnya arus.


Tahap 1:

Mesin Tanpa CPU, RAM, dan UFS


Kondisi Mesin


Semua IC utama dilepas


Mesin langsung dihubungkan ke power supply


Hasil Pengecekan


Tidak tekan tombol power → arus 0 mA (ini norma)


Tekan tombol power → arus naik sedikit sekitar 10 mA


Artinya Apa?


Kalau arus hanya naik sedikit:


Kemungkinan bukan CPU, RAM, atau UFS yang bermasalah


Arah pengecekan mengarah ke IC Power atau IC Charging


Tahap 2:

CPU Dipasang


Kondisi

IC CPU sudah terpasang
RAM dan UFS masih dilepas


Hasil


Tekan tombol power → arus gantung di sekitar 80 mA


HP terdeteksi di komputer sebagai Qualcomm HS USB QDLoader 9008


Kesimpulan Sementara

Kalau sudah terdeteksi di PC:

IC Power masih bekerja
IC Charging normal


CPU kemungkinan besar masih hidup
Tinggal lanjut cek ke bagian UFS dan RAM.


Tahap 3:

CPU dan UFS Dipasang


Kondisi


CPU dan UFS terpasang
RAM masih dilepas


Hasil


Tekan tombol power → arus naik sampai ±220 mA


Lepas tombol → arus turun kembali ke 0 mA
HP tidak terdeteksi di komputer (kecuali pakai test point)


Kesimpulan Penting


Pola arus seperti ini menandakan:


UFS terdeteksi dengan data normal


Catatan penting:


Kalau arus gantung di sekitar 170–180 mA, biasanya UFS terbaca tapi datanya rusak dan perlu flashing.


Tahap 4:

CPU, UFS, dan RAM Terpasang Lengkap


Kondisi


Semua IC utama sudah terpasang


Hasil


Konsumsi arus sama seperti tahap sebelumnya (±220 mA)


HP bisa menyala
HP normal saat di-charge


Perbedaannya di Mana?


RAM tidak banyak mengubah besar arus, tapi:


Tanpa RAM → HP tidak bisa boot
Dengan RAM → HP bisa hidup normal


Ringkasan Pola Arus yang Perlu Diingat


Tanpa IC utama
Standby 0 mA


Tekan power ±10 mA
→ Arah ke IC Power / Charging
Dengan CPU
Arus gantung ±80 mA


Terdeteksi di komputer
Dengan CPU + UFS


Arus naik turun ±220 mA
Tidak gantung
UFS normal


Dengan CPU + UFS + RAM
Arus tetap ±220 mA
HP bisa menyala dan charging normal


Penutup


Belajar membaca konsumsi arus mesin HP sangat membantu untuk menganalisa kasus mati total.


Memang tidak selalu 100% akurat, karena komponen kecil seperti kapasitor atau coil juga bisa berpengaruh, tapi metode ini sangat mempersingkat proses analisa.


Buat yang ingin serius belajar servis HP, ilmu seperti ini wajib dipahami pelan-pelan.

Catatan:


Artikel ini ditulis berdasarkan hasil belajar dan rangkuman dari channel YouTube Teknisi Cungkring, kemudian disederhanakan kembali agar mudah dipahami pembaca Blog Belajar Komputer Bone.

Semoga bermanfaat... Best Regards, Antasari R. http://BelajarKomputerBone.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar ya...trims