Kasus HP mati total sering bikin bingung, apalagi kalau HP sama sekali tidak bisa nyala, tidak ngecas, dan tidak terdeteksi komputer.
Kalau cuma menebak-nebak, biasanya malah buang waktu dan tenaga.
Di dunia servis HP, ada satu cara yang cukup akurat dan sering dipakai teknisi berpengalaman, yaitu menganalisa kerusakan HP lewat konsumsi arus mesin menggunakan power supply.
Artikel ini saya rangkum dari pembelajaran di channel YouTube Teknisi Cungkring, lalu saya tulis ulang dengan bahasa santai ala Blog Belajar Komputer Bone.
Cara Umum Menganalisa HP Mati Total
Biasanya teknisi melakukan pengecekan dengan tiga cara:
1. Cek Arus Saat Charging
Cara ini hanya memberi gambaran awal.
HP bisa saja menunjukkan arus masuk, tapi belum tentu mesinnya benar-benar hidup.
2. Cek Deteksi ke Komputer
Kalau HP terdeteksi di PC, artinya masih ada sistem dasar yang bekerja.
Tapi kalau tidak terdeteksi, belum tentu langsung vonis CPU rusak.
3. Cek Konsumsi Arus Mesin (Power Supply)
Nah, cara ini yang paling sering dipakai teknisi profesional.
Power supply dihubungkan langsung ke mesin HP (tanpa baterai), lalu kita lihat perilaku arusnya.
Tegangan biasanya disetel di kisaran 3,7 – 4,2 volt, sesuai tegangan kerja HP.
Contoh Kasus:
Xiaomi Poco X3 Pro Mati Total
Dalam contoh ini digunakan mesin Xiaomi Poco X3 Pro yang benar-benar mati total.
Untuk belajar pola arus, beberapa IC utama seperti CPU, RAM, dan UFS dilepas lalu dipasang satu per satu.
Tujuannya supaya kita paham, IC mana yang berpengaruh terhadap naik turunnya arus.
Tahap 1:
Mesin Tanpa CPU, RAM, dan UFS
Kondisi Mesin
Semua IC utama dilepas
Mesin langsung dihubungkan ke power supply
Hasil Pengecekan
Tidak tekan tombol power → arus 0 mA (ini norma)
Tekan tombol power → arus naik sedikit sekitar 10 mA
Artinya Apa?
Kalau arus hanya naik sedikit:
Kemungkinan bukan CPU, RAM, atau UFS yang bermasalah
Arah pengecekan mengarah ke IC Power atau IC Charging
Tahap 2:
CPU Dipasang
Kondisi
IC CPU sudah terpasang
RAM dan UFS masih dilepas
Hasil
Tekan tombol power → arus gantung di sekitar 80 mA
HP terdeteksi di komputer sebagai Qualcomm HS USB QDLoader 9008
Kesimpulan Sementara
Kalau sudah terdeteksi di PC:
IC Power masih bekerja
IC Charging normal
CPU kemungkinan besar masih hidup
Tinggal lanjut cek ke bagian UFS dan RAM.
Tahap 3:
CPU dan UFS Dipasang
Kondisi
CPU dan UFS terpasang
RAM masih dilepas
Hasil
Tekan tombol power → arus naik sampai ±220 mA
Lepas tombol → arus turun kembali ke 0 mA
HP tidak terdeteksi di komputer (kecuali pakai test point)
Kesimpulan Penting
Pola arus seperti ini menandakan:
UFS terdeteksi dengan data normal
Catatan penting:
Kalau arus gantung di sekitar 170–180 mA, biasanya UFS terbaca tapi datanya rusak dan perlu flashing.
Tahap 4:
CPU, UFS, dan RAM Terpasang Lengkap
Kondisi
Semua IC utama sudah terpasang
Hasil
Konsumsi arus sama seperti tahap sebelumnya (±220 mA)
HP bisa menyala
HP normal saat di-charge
Perbedaannya di Mana?
RAM tidak banyak mengubah besar arus, tapi:
Tanpa RAM → HP tidak bisa boot
Dengan RAM → HP bisa hidup normal
Ringkasan Pola Arus yang Perlu Diingat
Tanpa IC utama
Standby 0 mA
Tekan power ±10 mA
→ Arah ke IC Power / Charging
Dengan CPU
Arus gantung ±80 mA
Terdeteksi di komputer
Dengan CPU + UFS
Arus naik turun ±220 mA
Tidak gantung
UFS normal
Dengan CPU + UFS + RAM
Arus tetap ±220 mA
HP bisa menyala dan charging normal
Penutup
Belajar membaca konsumsi arus mesin HP sangat membantu untuk menganalisa kasus mati total.
Memang tidak selalu 100% akurat, karena komponen kecil seperti kapasitor atau coil juga bisa berpengaruh, tapi metode ini sangat mempersingkat proses analisa.
Buat yang ingin serius belajar servis HP, ilmu seperti ini wajib dipahami pelan-pelan.
Catatan:
Artikel ini ditulis berdasarkan hasil belajar dan rangkuman dari channel YouTube Teknisi Cungkring, kemudian disederhanakan kembali agar mudah dipahami pembaca Blog Belajar Komputer Bone.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan komentar ya...trims